Gatot Nurmantyo: Jika FPI Tak Terima Ahok Bebas dan Berani Mengkudeta Presiden, Saya yang Akan Dibarisan Depan Jihad Melawam Mereka


Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan prajurit TNI siap berjihad untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia jika FPI berani merusak Pancasila apalagi mengkudeta Presiden. 

Dia mengatakan menghargai setiap proses demokrasi, termasuk unjuk rasa yang dilakukan elemen masyarakat tertentu.

Namun, TNI memiliki kewajiban berperan jika ada upaya yang berniat untuk merusak dan menghancurkan NKRI.

"Jika nanti Ahok divonis bebas dan ada yang tidak terima sehingga ancam kudeta pemerintahan Presiden Jokowi. Prajurit kami siap berjihad untuk berperang melawan mereka mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila. Bersama masyarakat, kita bersama-sama mempertahankan Pancasila.

Saat ditanya mengenai sikap TNI terhadap rencana unjuk rasa, Panglima TNI menyatakan pihaknya lebih banyak berdoa untuk kebesaran dan keutuhan bangsa.

"Kesiapan kita berdoa, siapa pun yang menghancurkan negara ini, tidak bisa kalau kita berdoa," katanya.

Menurut dia, pihak-pihak yang memiliki niat untuk menghancurkan NKRI dinilai sebagai orang yang tidak beragama atau malah sebaliknya mengatasnamakan agama untuk menghancurkan NKRI,dengan tegas saya katakan kami akan melawan mereka sehingga akan berhadapan dengan TNI, Polri, dengan seluruh masyarakat.

Dari pengalaman sejarah selama ini, Panglima TNI menegaskan tidak ada satu pun pengkhianat bangsa yang bisa hidup di Indonesia. "Tidak ada yang bisa, mau menantang, silakan," ujarnya.

Gatot mencontohkan, gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di bawah pimpinan Kartosuwiryo, gerakan Kahar Muzakkar, dan gerakan komunis yang musnah di Indonesia. "(Semua musnah) karena kita selalu berdoa pada Allah SWT," katanya.

loading...
Loading...